Rabu, 13 Mei 2015
Daerah-daerah
Perbatasan Indonesia
Indonesia
merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer dan
memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat
(kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia
berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.
Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India,
Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia,
Timor Leste dan Papua Nugini. Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa
pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Sebagian
daerah perbatasan Indonesia masih sangat tertinggal baik dari segi
perekonomian, politik dan situasinya.
Di antara wilayah-wilayah yang
berbatasan dengan negara tetangga, terdapat 92 pulau-pulau kecil. Ada 12
pulau-pulau kecil yang menjadi prioritas pengelolaan karena mempunyai nilai
yang sangat strategis dari sisi pertahanan keamanan dan kekayaan sumber daya
alam. 12 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) tersebut adalah Pulau Rondo di NAD,
Pulau Berhala di Sumatera Utara, Pulau Nipa dan Sekatung di Kepulauan Riau,
Pulau Marampit, Pulau Marore dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara, Pulau Fani,
Pulau Fanildo dan Pulau Brass di Papua, serta Pulau Dana dan Batek di Nusa
Tenggara Timur.
Kawasan-kawasan perbatasan tersebut memegang peranan penting
dalam kerangka pembangunan nasional. Kawasan perbatasan dalam perkembangannya berperan
sebagai beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan cermin
diri dan tolok ukur pembangunan nasional. Kedudukannya yang strategis
menjadikan pengembangan kawasan perbatasan salah satu prioritas pembangunan
nasional.
Survei mengenai penetapan Titik Dasar atau Base Point telah
dilaksanakan oleh Dishidros TNI AL pada tahun 1989 hingga 1995 dengan melakukan
Survei Base Point sebanyak 20 kali dalam bentuk survei hidro-oseanografi.
Titik-titik Dasar tersebut kemudian diverifikasi oleh Bakosurtanal pada tahun
1995-1997.
Pada tahun 2002, Pemerintah RI menerbitkan Peraturan
Pemerintah Nomor 38 Tahun 2002, tentang “Daftar Koordinat Geografis Titik-Titik
Garis Pangkal Kepulauan Indonesia”, di mana di dalamnya tercantum 183 Titik
Dasar perbatasan wilayah RI. Namun demikian, terlepas dari telah diterbitkannya
PP 38 Tahun 2002, telah terjadi perubahan-perubahan yang tentunya mempengaruhi
konstelasi perbatasan RI dengan negara tetangga seperti Timor Leste pasca
referendum dan status Pulau Sipadan-Ligitan pasca keputusan Mahkamah
Internasional.
Di samping itu, patut pula dipertimbangkan untuk melakukan
penge-cekan ulang terhadap pilar-pilar yang dibuat pada saat Survei Base Point
yang dilakukan pada sekitar 10 tahun lalu. Monumentasi ini perlu dilakukan
sebagai bukti fisik kegiatan penetapan yang telah dilakukan serta menjadi
referensi bila perlu dilakukan survei kembali di masa mendatang.
Hingga saat ini terdapat beberapa permasalahan perbatasan
antara Indonesia dengan negara tetangga yang masih belum diselesaikan secara
tuntas. Permasalahan perbatasan tersebut tidak hanya menyangkut batas fisik
yang telah disepakati namun juga menyangkut cara hidup masyarakat di daerah
tersebut, misalnya para nelayan tradisional atau kegiatan lain di sekitar wilayah
perbatasan.
RI – Malaysia
Kesepakatan yang sudah ada antara Indonesia dengan Malaysia
di wilayah perbatasan adalah garis batas Landas Kontinen di Selat Malaka dan
Laut Natuna berdasarkan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan
Pemerintah Kerajaan Malaysia tentang pene-tapan garis batas landas kontinen
antara kedua negara (Agreement Between Government of the Republic Indonesia and
Government Malaysia relating to the delimitation of the continental shelves
between the two countries), tanggal 27 Oktober 1969 dan diratifikasi dengan
Keppres Nomor 89 Tahun 1969.
Berikutnya adalah Penetapan Garis Batas Laut Wilayah RI –
Malaysia di Selat Malaka pada tanggal 17 Maret 1970 di Jakarta dan diratifikasi
dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1971 tanggal 10 Maret 1971. Namun untuk
garis batas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) di Selat Malaka dan Laut China Selatan
antara kedua negara belum ada kesepakatan.
Batas laut teritorial Malaysia di Selat Singapura terdapat
masalah, yaitu di sebelah Timur Selat Singapura, hal ini mengenai kepemilikan
Karang Horsburgh (Batu Puteh) antara Malaysia dan Singapura. Karang ini
terletak di tengah antara Pulau Bintan dengan Johor Timur, dengan jarak kurang
lebih 11 mil. Jika Karang Horsburg ini menjadi milik Malaysia maka jarak antara
karang tersebut dengan Pulau Bintan kurang lebih 3,3 mil dari Pulau Bintan.
Perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kalimatan Timur
(perairan Pulau Sebatik dan sekitarnya) dan Perairan Selat Malaka bagian
Selatan, hingga saat ini masih dalam proses perundingan. Pada segmen di Laut
Sulawesi, Indonesia menghendaki perundingan batas laut teritorial terlebih dulu
baru kemudian merundingkan ZEE dan Landas Kontinen. Pihak Malaysia berpendapat
perundingan batas maritim harus dilakukan dalam satu paket, yaitu menentukan
batas laut teritorial, Zona Tambahan, ZEE dan Landas Kontinen.
Sementara pada segmen Selat Malaka bagian Selatan, Indonesia
dan Malaysia masih sebatas tukar-menukar peta illustrasi batas laut teritorial
kedua negara.
RI – Thailand
Indonesia dan Thailand telah mengadakan perjanjian landas
kontinen di Bangkok pada tanggal 17 Desember 1971, perjanjian tersebut telah
diratifikasi dengan Keppres Nomor 21 Tahun 1972. Perjanjian perbatasan tersebut
merupakan batas landas kontinen di Utara Selat Malaka dan Laut Andaman.
Selain itu juga telah dilaksanakan perjanjian batas landas
kontinen antara tiga negara yaitu Indonesia, Thailand dan Malaysia yang
diadakan di Kuala Lumpur pada tanggal 21 Desember 1971. Perjanjian ini telah
diratifikasi dengan Keppres Nomor 20 Tahun 1972.
Perbatasan antara Indonesia dengan Thailand yang belum
diselesaikan khususnya adalah perjanjian ZEE.
RI – India
Indonesia dan India
telah mengadakan perjanjian batas landas kontinen di Jakarta pada tanggal 8
Agustus 1974 dan telah diratifikasi dengan Keppres Nomor 51 Tahun 1974 yang
meliputi perbatasan antara Pulau Sumatera dengan Nicobar.
Selanjutnya dilakukan
perjanjian perpanjangan batas landas kontinen di New Dehli pada tanggal 14 Januari
1977 dan diratifikasi dengan Keppres Nomor 26 Tahun 1977 yang meliputi Laut
Andaman dan Samudera Hindia.
Perbatasan tiga
negara, Indonesia-India- Thailand juga telah diselesaikan, terutama batas
landas kontinen di daerah barat laut sekitar Pulau Nicobar dan Andaman.
Perjanjian dilaksankaan di New Delhi pada tanggal 22 Juni 1978 dan diratifikasi
dengan Keppres Nomor 25 Tahun 1978. Namun demikian kedua negara belum membuat
perjanjian perbatasan ZEE.
RI – Singapura
Perjanjian perbatasan
maritim antara Indonesia dengan Singapura telah dilaksanakan mulai tahun 1973
yang menetapkan 6 titik koordinat sebagai batas kedua negara. Perjanjian
tersebut kemudian diratifikasi dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 1973.
Permasalahan yang
muncul adalah belum adanya perjanjian batas laut teritorial bagian timur dan
barat di Selat Singapura. Hal ini akan menimbulkan kerawanan, karena Singapura
melakukan kegiatan reklamasi wilayah daratannya. Reklamasi tersebut
mengakibatkan wilayah Si-ngapura bertambah ke selatan atau ke Wilayah
Indonesia.
Penentuan batas
maritim di sebelah Barat dan Timur Selat Singapura memerlukan perjanjian tiga
negara antara Indonesia, Singapura dan Malaysia. Perundingan perbatasan kedua
negara pada Segmen Timur, terakhir dilaksanakan pada 8-9 Februari 2012 di Bali
(perundingan ke-2).
RI – Vietnam
Perbatasan Indonesia
– Vietnam di Laut China Selatan telah dicapai kesepakatan, terutama batas
landas kontinen pada tanggal 26 Juni 2002. Akan tetapi perjanjian perbatasan
tersebut belum diratifikasi oleh Indonesia. Selanjutnya Indonesia dan Vietnam
perlu membuat perjanjian perbatasan ZEE di Laut China Selatan. Perundingan
perbatasan kedua negara terakhir dilaksanakan pada 25-28 Juli 2011 di Hanoi
(perundingan ke-3).
Dan masih banyak lagi
perjanjian antara negara RI degan negara lainnya . Intinya adalah Negara
Indonesia begitu luas dan memiliki begitu banyak wilayah perbatasan. Serta
mempunyai perjanjian dan permasalahan yang timbul dengan negara lain .
Sumber :
Sabtu, 28 Maret 2015
Usaha Kecil
Menengah
Usaha keci menengah saat ini banyak
digeluti oleh masyarakat Indonesia karena dengan modal sedikit sudah bisa membuka
usaha, asalkan kita ada kemauan, kreatif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan
dan mengatur usaha yang kita buat. Saat ini UKM di bidang kuliner sangatlah
pesat dan bermacam-macam. Dari mulai makanan ringan hingga makanan berat. Di dalam
memulai UKM kiata juga dapat membka peluang pekerjaan kepada masyarakat
walaupun jumlahnya sedikit, tetapi sudah bisa mengurangi tingkat penggangguran
saat ini. Di daerah Depok tempat tinggal saya, sangatlah bermacam-macam jenis
kuliner dari yung murah hingga yang lumayan cukup mahal. Dari mulai yang
namanya sangat unik. Seperti Warung Sate Gajah, disitu ia menjual makanam
seperti ayam penyet dan lain-lain. Ayam penyetnya terkenal sangat pedas
sambalnya. Pertama saya mendengar saya cukup aneh dari namanya saya kira ia
menjual daging gajah tapi hanya namanya saja. Padahal tempatnya ini masuk gangh
tapi sangat ramai dikunjungi pengunjung. Dalam membuat usaha kiata harus
kreatif dalam membuat nama agar orang penasaran sehingga mengunjungi usaha
kita. Selain di bidang kuliner dibidang fashion juga sangat pesat, dengan model
yang sanmgat trendi. Dari mulai anak-anak, remaja hingga dewasa, karena kalau
tidak mengikuti trend dibilang ketinggalan zaman.
Dan disini saya
mempunyai cita-cita membuka usaha kue tradisonal betawi, seperti dodol betawi
dan tape uli betawi. Kebetulan orang tua saya memang sering menerima pesanan
kue tradisional tersebut. Dan saya ingi memsarkannya baik lewat intenet Maupin dari
mulut ke mulut. Dan saya juga ingin bekajar membuatnya sekaligus melestarikan
budaya orang betawi karena pada saat ini kue-kue tradisional ini sudah mulai
cukup langka. Walaupun sebenarnya cita-cita saya menjadi PNS tapi saya ingin
mencari tambahan dan membuka lapangan pekerjaan terhadap masyarakat. Di Indonesia
UKM menyumbang sekitar 60% dari PDB atau produk domestic Bruto dan memberikan
kesempatan kerja kepada masyarakat. Di dalam membuat usaha intinya kita harus
sungguh-sungguh, kreatif dan rajin menciptakan inovasi baru.
tulisan softskill 1 semeter 4 globalisasi dan faktor yang mempengaruhinya
0 komentar Diposting oleh Unknown di 03.38
Globalisasi dan Pengaruhnya terhadap
Masyarakat Indonesia
Menurut katanya
kata “Globalisasi” adalah diambil dari kata global yang artinya adalah
universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang
menyangkut informasi secara mendunia melaluui media cetak maupun media elektronik
atau bisa juga globalisasi adalah proses m,asuknya budaya luar ke dalam negeri
secara menyeluruh. Globalisasi saat ini sangat amat kita rasakan seperti
globalisasi dibidang teknologi, dahulu kita untuk berkomunikasi menggunakan
surat kabar tetapi sekarang menggunakan telepon atau Handphone. Globalisasi ada
yang menimbulkan dampak positif atau negatif, tergantung kita yang menerimanya.
Yang memberikan dampak positif contohnya seperti mudah memperoleh informasi dan
ilmu pengetahuan, mudah melakukan komunikasi dan mudah memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Dampak negatifnya seperti hidup berperilaku konsumtif, banyak
meniru perilaku buruk.
Sedangkan perngaruhnya
terhadap masyarakat Indonesia contohnya di bidang ekonomi. Disini juga ada 2
pengaruh positif adan negatif. Contoh pengaruh postif adalah terbukanya pasar
Internasional, sehingga dapat meningkatkan dan memperluas kesempatan kerja yang
banyak dan dapat meningkatkan devisa Negara. Dengan adanya hal ini akan
meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang dapat menunjang kehidupan nasional,
mengurangi tinkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia
karena dengan ia mendapatkan pekerjaan kehidupan ekonominya terjamin dan dapat
mengurangi kehidupan miskin. Sedangkan pengaruh negatifnya adalah hilangnya
rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri
seperti mainan, pakaian, makanan, dan minuman. Dengan hilangnya rasa cinta
produk dalam negeri bias menghilangkan beberapa perusahaan kecil yang memang
khusus memproduksi produk dalam negeri. Selain itu juga dapat menimbulkan
perilaku konsumtif yaitu membeli barang tanpa memikirkan manfaatnya. Sebagai masyarakat
Indonesia kita harus pintar-pintar memilihnya mana yang baik manfaatnya untuk
keperluan kita, mana yang kurang baik untuk kita.
Rabu, 14 Januari 2015
Teknologi yang terus Berkembang
Pada zaman era globalisasi ini
pertumbuhan teknologi berkembang pesat. Dari anak kecil hingga orang dewasa
terus mengikuti perkembangan teknologi dari mulai handphone, ipad, laptop dan
teknologi lainnya. Karena kalau tidak mengikutinnya dibilang ketinggalan zaman.
Padahal teknologi dapat mengakibatkan 2 dampak yaitu negatif dan positif. Dampak
positifnya adalah kita adapat mengetahui informasi secara cepat dan mudah,
dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan, sedangkan dampak negatifnya adalah
anak-anak menjai males karena kecanduan handphone, dapat melihat situs-situs
yang tidak boleh dibuka.
Dan oleh karena itu kita harus pintar-pintar dalam menggunakan teknologi
agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Dan orang tua juga harus
mengontrol anaknya agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.
tulisan softskill ekonomi koperasi kesopanan mulai memudar
0 komentar Diposting oleh Unknown di 00.53
Kesopanan Mulai memudar
Pada saat ini generasi muda kita sudah banyak yang melupakan pentingnya
kesopanan. Kesopanan dianggap hal yang biasa saja. Di kota-kota besar banyak
sekali anak-anak yang berani membantah perintah orang tua, berbicara dengan
orang tua dengan elu gue, tidak menghormati orang yang lebih tua, berpakaian
dengan seenaknya saja yang tidak pantas digunakan, tidak bilang permisi jika
lewat didepan orang. Padahal di Indonesia sangat terkenal dengan budaya
sopannya. Sedangkan di desa juga masih ada yang menganggap sebagai adat
istiadat, tetapi ada juga yang sudah mulai melupakannya.
Oleh karena, itu kita sebgai generasi muda harus tetap menjaganya dan
menjalankan buday sopan, agar anak cucu kita tetap menjalankan budaya
kesopanan, dan tidak melupakannya.
Selasa, 13 Januari 2015
tulisan softskill ekonomi koperasi"masa depan ada ditangan kita sendiri"
0 komentar Diposting oleh Unknown di 02.15
Masa Depan ada di Tangan kita Sendiri
Saat ini, para pemuda dan pemudi kita
khususnya di kota-kota besar banyak sekali yang sedang duduk dan melanjutkan di
bangku kuliah namun sayangnya kebanyakan dianatara mereka menjadikan kuliah itu
hanya sebagai untuk main-main, nongkrong dan hanya untuk kesibukan dan status
saja. Padahal biaya yang dikeluarkan oleh orang tua mereka cukup besar dan masa
depan mereka ada ditangan mereka sendiri-sendiri kebanyakan mereka tidak
memikirkan pengorbanan orang tua mereka dan masa depan mereka menjadi sukses
atau tidak, walaupun di antara mereka banyak yang ingin sukses tetapi uisaha
mereka tidak sebanding dengan keinginan mereka. Yang mereka dapat hanya IPK
denggan nilai 2.
Seharusnya generasi muda harus belajar dengan sungguh-sungguh agar
mendapatkan nilai yang baik dan pekerjaan yang baik di kedepannya. Sedangkan pemuda
dan pemudi didesa banyak yang ingin kuliah namun biayanya tidak memungkinkan. Akhirnya
cita-cita mereka berhenti disitu saja. Maka dari itu kita yang berkesempatan
melanjutkan kuliah harus sangat bersyukur dan berterima kasih pada orang tua
mereka, karena keinginan orang tua mereka agar anaknya lebih baik kehidupannya
dari mereka dan ingat masa depan tergantung pada usaha dan sikap diri kita
sendiri.
tulisan softskill ekonomi koperasi" pergaulan ada yang positif dan negatif
0 komentar Diposting oleh Unknown di 02.13
Pergaulan ada yang Positif dan juga
Negatif
Dijaman sekarang ini pergaulan
sangatlah berpengaruh terhadap diri kita sendiri, karena pergaulan teman mudah
sekali berpengaruh terhadap sikap kita. Contohnya ada anak yang rajin dan baik
yang bergaul dengan teman yang kurang baik, padahal anak yang baik ini biasanya
rajin sekali dalam belajar, dan tidak suka nongkrong-nongkrong dalam hal yang
tidak penting, lambat laun anak yang baik ini terpengaruh oleh temannya yang
malas dan membuat prestasinya menurun, suka main dan tidak ingat waktu, hal ini
berarti pergaulan membawa pengaruh negatif. Sedangkan pergaulan yang membawa
sifat positif adalah ada anak yang malas tapi dia berteman dengan anak yang rajin
karena lama-lama dia berfikir kenapa teman saya bias rajin dan selalu mendapat
nilai yang baik, sedangkan saya tidak, akhirnya dia merubah sifatnya menjadi
rajin dan selalu bertanya kalau dia tidak mengerti dan merubah sikapnnya
sedikit demi sedikit dan akhirnya ia
menjadi anak yang rajin dan mempunyai prestasi yang cukup baik.
Jadi, untuk memilih teman dalam
bergaul tidaklah mudah kita harus menilainya terlebih dahulu apakah dapat
membawa sifat negatif atau positif, karena dewasa ini banyak pergaulan yang
membawa kita dalam kesalahan, seperti narkoba, hingga kehidupan dunia malam. Lebih
baik kita mencegah dari pada membuat masa depan kita menjadi rusak.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)
